Sejarah


Lightbox Image
Perguruan Tamansiswa Cabang Binjai adalah salah satu perguruan yang tertua di kota Binjai dan dengan perjalanan panjang telah banyak memberikan andil dan kontribusinya di bidang pendidikan. Para alumni dari generasi ke generasi telah berkiprah diberbagai bidang profaesi, begitu juga para pamong ataupun guru sudah cukup lama mengabdi memberikan cahaya pendidikan dari generasi ke generasi.
Dalam perjalanan sejarah, Tamansiswa didirikan di Yogyakarta pada tanggal 3 Juli 1922. Bapak Pendir i Tamansiswa adalah Ki Hajar Dewantara. Dasar pemikiran Ki Hajar Dewantara beroriemtasi pada Trilogi Kepemimpinan yaitu
Ing ngarso sung tuludo
Ing madyo mangun karso
Tut Wuri Handayani
Kalimat tersebut telah memberikan makna yang jelas dan memberikan arah yang jelas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara baik di bidang pendidikan maupun pemerintahan serta dalam kehidupan berorganisasi.
Dalam implementasi pendidikan berkarakter, Ki Hajar Dewsantara menanamkan ungakapan-ungkapan perbaikan karakter agar senantiasa selalu berpedoman pada
Ngerti-Ngoroso-Nglakoni
Lawan sastra ngesti mulia
Tata suci ngesti tunggal
Rawe-rawe rantas, malang-malang puntung
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

tempo_dulu01

Taman Siswa adalah nama sekolah yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta (Taman berarti tempat bermain atau tempat belajar, dan Siswa berarti murid).Pada waktu pertama kali didirikan, sekolah Taman Siswa ini diberi nama “National Onderwijs Institut Taman Siswa”, yang merupakan realisasi gagasan beliau bersama-sama dengan teman di paguyuban Sloso Kliwon. Sekolah Taman Siswa ini sekarang berpusat di balai Ibu Pawiyatan (Majelis Luhur) di Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, dan mempunyai 129 sekolah cabang di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Prinsip dasar dalam sekolah/pendidikan Taman Siswa yang menjadi pedoman bagi seorang guru dikenal sebagai Patrap Triloka. Konsep ini dikembangkan oleh Suwardi setelah ia mempelajari sistem pendidikan progresif yang diperkenalkan oleh Maria Montessori (Italia) dan Rabindranath Tagore (India/Benggala). Patrap Triloka memiliki unsur-unsur (dalam bahasa Jawa)

  • ing ngarsa sung tulada (, “(yang) di depan memberi teladan”),
  • ing madya mangun karsa (‚Äč, “(yang) di tengah membangun kemauan/inisiatif”),
  • tut wuri handayani (, “dari belakang mendukung”).
  • Patrap Triloka dipakai sebagai panduan dan pedoman dalam dunia pendidikan di Indonesia.
  • Panji Tamansiswa[sunting | sunting sumber]

tempo_dulu00Panji Taman Siswa.

Bentuk
Berbentuk perisai dengan ukuran lebar dibandingkan panjang 2:3. Di bagian bawah, mulai batas 2/3 dari atas melengkung.

Isi
lambang Tamansiswa;
suci Tata Ngesti Tunggal;
tahun masehi 1922 dan hiasannya.

Warna
Memiliki warna dasar hijau. Lambang Tamansiswa, tulisan, angka, hiasan dan rumbainya berwarna kuning emas.
Arti warna
kuning emas= cahaya, cemerlang, cita-cita luhur;
hijau : harapan, selalu berkembang, pendidikan.

Ukuran Baku
Sekitar 50×75 cm, untuk keperluan lain ukuran berbanding 2:3.

logo_tamsis

Beberapa Sistem pendidikan Taman Siswa :

  • Taman Indria atau Taman kanak-kanak (TK)
  • Taman Muda atau Sekolah Dasar (SD)
  • Taman Dewasa atau Sekolah Menegah Pertama (SMP)
  • Taman Madya atau Sekolah Menengah Atas (SMA)
  • Taman Guru atau Sarjana Wiyata atau Universitas (Universitas)

Jangan kerdilkan dirimu dengan TAKABUR; Jangan sempitkan dadamu dengan DENGKI; Dan jangan keruhkan pikiranmu dengan AMARAH.